Lalu pertanyaan pun muncul. Haruskah OUT? Atau bertahan? Bertahan tanpa melakukan apapun? Atau berupaya memperbaiki dan melakukan yang terbaik demi nama tanggung jawab?
Nyali berperan di sini. Betapa ketahanan seseorang atas masalah dan terpaan hidup menuntut kedewasaan membuat pilihan.
Layaknya semut ketika menemukan secuil makanan buangan manusia. Walau sendiri ia akan berupaya mengangkutnya. Ketika lelah, ia memanggil teman-temannya. Gotong royong bersama-sama, melangkah. Dan bila terasa sangat berat, ia tinggalkan bebannya. Mencari harapan baru.
Dan saya menghargai pilihan-pilihan personal. (gn)
*Untuk teman yang pernah seperjuangan sebagai petualang perberdayaan perempuan.
hai salam kenal ya....
ReplyDeletekalo ada kesempatan jangan lupa datang ke blog baru saya ya di litarachman.blogspot.com
dan jangan lupa kasih kritik dan saran juga ya
tunggu sebentar artikel kamu bagus deh,
terima kasih......